Waspadai Pencurian di Rumah Kosong | Bungdetik.com

 
  

Waspadai Pencurian di Rumah Kosong

JAKARTA, KOMPAS.com – Polda Metro Jaya mengimbau warga Jakarta yang akan mudik agar memastikan rumah yang ditinggalkan sudah terkunci dengan baik demi mencegah terjadinya kejahatan. Pemerintah kota juga mengingatkan warga agar mematikan aliran listrik dan gas saat mudik guna menghindari kebakaran.

Maraknya kasus pencurian di rumah kosong, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian dengan pemberatan, Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Suntana, Selasa (14/8), mengingatkan masyarakat agar waspada. ”Pastikan rumah terkunci, titipkan kepada tetangga atau petugas keamanan supaya tidak terjadi tindak kriminalitas,” katanya.

Sepanjang bulan Ramadhan, Polres Jakarta Barat menangkap 31 pelaku kejahatan di sejumlah tempat. Kebanyakan adalah pelaku pencurian di rumah kosong, penjambretan, perampasan, dan penodongan. Pelaku pun tak segan melukai korbannya.

Secara terpisah, Wakil Inspektur Pengawasan Umum Mabes Polri Inspektur Jenderal Agus Wantoro, saat memeriksa pengamanan Lebaran di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin siang, menilai, kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih kondusif. Kendati, ia mengakui, beberapa tindak kejahatan masih terjadi. Untuk itu, partisipasi masyarakat sangat diharapkan guna mendeteksi dini potensi kejahatan.

”Sejauh ini masih kondusif. Kami sudah melakukan antisipasi. Umumnya yang naik itu kejahatan jalanan, seperti copet dan jambret, sedangkan kejahatan yang sifatnya entitas tinggi kami berharap tidak terjadi,” katanya.

Siskamling

Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah mengatakan, ronda di sejumlah lingkungan diharapkan diaktifkan untuk mencegah kriminalitas.

Pendapat senada disampaikan Wali Kota Jakarta Utara (Jakut) Bambang Sugiono.

”Saya telah meminta kepada lurah dan camat untuk memerintahkan RT dan RW di daerahnya untuk menghidupkan kembali siskamling selama musim mudik ini,” kata Bambang, saat memberikan sambutan pada acara pemusnahan barang bukti minuman keras dan petasan hasil razia gabungan Pemerintah Kota Jakut dan Polres Jakut, di Kantor Wali Kota Jakut, kemarin.

Saefullah juga mengingatkan, warga yang akan mudik memastikan rumah ditinggal dalam keadaan terkunci rapat. Aliran listrik juga harus dipastikan padam demi mencegah kebakaran. ”Kadang, orang lupa mencabut listrik kulkas atau televisi sehingga terjadi korsleting,” kata Saefullah.

Terkait tradisi takbir keliling, ia berharap warga melaksanakan takbir di tempat ibadah saja untuk mencegah terjadinya kerawanan bila takbir keliling.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, selain memberi tahu pengurus RT, pemudik juga diminta menitipkan kepada tetangga terdekat. Pengurus RT dan RW sudah diminta agar berkoordinasi dengan pos polisi atau polsek terdekat.

Menurut Hermawan, patroli polisi akan ditingkatkan di permukiman saat Jakarta sunyi ditinggalkan para pemudik pada akhir pekan ini hingga minggu depan.

Sementara itu Kapolres Jakut Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengungkapkan, pihaknya telah menggandeng tiap satuan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk menjaga lingkungan selama mudik Lebaran berlangsung.

”Polisi dan TNI juga turut menjaga lingkungan dengan menyiagakan anggota babinsa dan sabara,” tuturnya.

Iqbal mengharapkan, kemampuan daya tangkal masyarakat juga dioptimalkan, seperti pelaksanaan siskamling.

Tidak cuti

Saefullah mengatakan, lurah, camat, serta kepala dinas tidak diperbolehkan menambah cuti Lebaran. Hal ini ditujukan untuk mencegah banyaknya jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang cuti. ”Sesuai (surat) edaran Sekretaris Daerah DKI, jumlah PNS yang cuti tidak boleh lebih dari 5 persen,” kata Saefullah.

PNS mulai libur setelah apel 17 Agustus dan masuk kembali tanggal 23 Agustus. Pelayanan untuk masyarakat, menurut Saefullah, mulai aktif tanggal 23 Agustus.

Terkait kendaraan dinas, dia mengatakan, kendaraan operasional milik pemerintah tidak dibolehkan digunakan untuk mudik. Namun, kendaraan itu masih diperkenankan dibawa pulang pegawai yang ditunjuk.

 

Comment Form