Tinggalkan Polda, Ini Tiga Tuntutan Buruh | Bungdetik.com

 
  

Tinggalkan Polda, Ini Tiga Tuntutan Buruh

Tinggalkan Polda, Ini Tiga Tuntutan Buruh

Penulis : Alsadad Rudi | Rabu, 16 Januari 2013 | 15:47 WIB

Dibaca:

Tinggalkan Polda, Ini Tiga Tuntutan BuruhAlsadad Rudi Aksi unjuk rasa elemen buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/1/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com – Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) telah mengakhiri aksi unjuk rasa di Mapolda Metro Jaya pada pukul 12.45, Rabu (16/1/2013). Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung sekitar 1,5 jam, dimulai pukul 11.00, para buruh banyak menekankan agar kepolisian bertindak tegas dalam memberantas aksi premanisme yang marak terjadi di kawasan industri, terutama di wilayah Bekasi.

Para buruh telah merencanakan rangkaian aksi unjuk rasa di sejumlah tempat pada hari ini. Selain di Mapolda Metro Jaya, para buruh juga akan berorasi di di beberapa tempat seperti di Bundaran HI, Istana Negara, Balaikota DKI Jakarta, Kementrian BUMN, Kementrian ESDM, dan Kementrian Nakertrans.

Untuk di Mapolda Metro Jaya, sebelum meninggalkan tempat, para buruh menyampaikan beberapa tuntutan yang dibacakan oleh Nurdin, koordinator aksi unjuk rasa. Ketiga tuntutan tersebut adalah :

1. Meminta Kapolda Metro Jaya agar segera mencopot Kapolres Bekasi karena bertanggung jawab telah membiarkan aksi premanisme dan tindakan sewenang-wenang terhadap buruh. Para buruh meminta maksimal sampai akhir bulan Kapolres Bekasi saat ini sudah harus dicopot atau dimutasi dari Bekasi.

2. Meminta polisi segera menghentikan kriminalisasi terhadap buruh dan menindak tegas preman yang sering beraksi di kawasan industri.

3. Meminta kepolisian agar tidak bertindak diskriminatif dengan mempersulit izin demonstrasi. Setelah membubarkan diri di Mapolda Metro Jaya, para buruh langsung menuju Balai Kota DKI Jakarta untuk melanjutkan aksi unjuk rasa dalam menyampaikan tuntutan mereka yang lain.

Berita terkait, baca :

DEMO BURUH

Editor :

Hertanto Soebijoto

 

Comment Form